Masalah ‘trust’ dalam freelancing

Bicara soal blessing in disguise kayaknya memang cocok dengan pengalaman proyek edutainment kami dengan Tina, seorang ibu dengan tiga anak dari amerika. Menyenangkan rasanya memiliki klien seorang ibu yang sama-sama tertarik dengan masalah edutainment untuk anak seperti saya. Sebenarnya proyek ini awalnya kami dapat dari seorang Dutch bernama Max yang hampir bikin patah arang, karena setelah rampung hampir 80% dia say sorry karena kliennya yang meminta proyek ini kabur. Mungkin itu pitfall dari kerja freelancing yang  masalah trust sangat memegang peranan penting. Read the rest of this entry »

Share

Pengalaman di Situs-situs Kerja Freelance (part 1, oDesk)

Online freelancing (yep, itu salah satu bagian dari “eksekutif nyeker” kami) perlu banget yang namanya job sites. Yang saya maksud bukanlah situs semacam jobsdb untuk lowongan kerja secara fisik, melainkan lowongan kerja secara virtual. Yup, kerja sambil nyeker deket ma kasur dan bantal :) . Untuk saat ini, saya udah pernah masuk dan dapat job di empat job sites: oDesk, ScriptLance, Guru, dan eLance (saya susun berdasar kronologi saya sendiri). Sisanya adalah interaksi langsung dengan klien, dibayar langsung dengan mekanisme lain mis. PayPal, Western Union atau Moneygram. Anda ingin tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing situs job tersebut? Saya berikan sekilas pengalaman saya ya.. satu-satu mulai dari oDesk. Read the rest of this entry »

Share

Emulasi Nintendo Entertainment System di website anda

Michael, client saya dari UK, sangat menyukai game-game jadul kenangan yang jalan di platform-platform lama semacam Nintendo (NES), Super Nintendo (SNES) dan lain sebagainya. Untuk itu dia perlu sebuah emulator yang jalan di PC nya. Sebuah emulator pada prinsipnya mirip dengan virtual machine seperti VMWare atau bahkan Java Virtual Machine. Di dalamnya ada instruction set yang unik. Ketika sebuah program dieksekusi di atas virtual machine, berarti virtual machine (VM) tersebut sedang menjalankan instruction – instruction yang ada di dalam program tersebut. Semua berjalan baik (dia memakai NesCafe dan Nestopia untuk emulator Nintendo standard) sampai dia merasa bahwa mobilitasnya yang tinggi membuat dia tidak dapat memainkan game-game tersebut. Sure, ada laptop, tapi laptop kan berat, lagipula laptop tersita untuk hal-hal yang serius saja katanya. Jadi dia kepingin membuat game-game tersebut tampil dan dapat dimainkan di blog, online, and that’s why he called me to jump in and solve this matter :) Jadilah saya dan Muhsin, another nyeker executive on board, kerja bareng untuk solving masalah ini. Read the rest of this entry »

Share

Telkom Speedy, speed that you can trust (at least in my case)

Saya tinggal di daerah dekat UPN Veteran Yogyakarta. Daerah yang laundry per kilo cuman dua rebu, dah wangi lagi hehe. Saking banyaknya kos-kosan mahasiswanya. Dan ini pula yang saya curigai membuat koneksi Telkomsel Flash saya sangat parah. Ya, parah karena putus-nyambung alias disconnected (DC) dalam periode waktu yang sangat pendek. Nyambung satu menit, DC. Dua menit, DC. Asik-asik upload atau download, DC. Ketika modem N80 saya bawa ke tempat lain, misalnya di daerah Panti Rapih, it worked like a charm! Wus wus wus kalau malam harinya (kalau siang ya lemot, tapi paling enggak tidak bolak balik DC sih). Tapi daerah yang “mak nyuss” semacam ini sangat jarang. Selama setahun saya “roaming” pindah-pindah dari Bandung, Tasikmalaya, Yogyakarta, ya hampir pasti putus nyambung lah.

Enough is enough.

Setelah settle down saya sempat mempertimbangkan dua pilihan: Wireless Internet atau Telkom Speedy. Pilihan pertama jatuh ke Wireless Internet (teknologi microwave,  pake tower).  Kenapa, karena ongkosnya lebih murah untuk unlimited bandwidth. Memang sih ongkos buat bikin menara memang mahal. Tapi kan setelah itu dengan biaya 300 ribuan bisa dapet unlimited? Lantas saya undanglah beberapa ISP untuk datang ke rumah ngecek kelayakan. Paket yang ditawarkan Intersat malah cuma 99 ribuan. Tapi agak shock setelah dapat informasi bahwa bandwidth yang ditawarkan (minimal) yang dijamin cuma 64Kb atau ga jauh dari situ. Apalagi setelah ngeliat blog-blog rekan-rekan yang kecewa karena lemot banget. Kemudian Intersat dan AngkasaWave pernah survei ke rumah. Intersat enggak mampu handle karena BTS-nya yang paling deket ke-blok ama kantor pajak yang segede gajah (alamak, segede pesawat luar angkasa ding). AngkasaWave bisa handle tapi perlu lima stik (masing-masing stik kalau ga salah 5 meter) menjulang ke atas. Ini tentu biaya yang tidak sedikit. Saya hitung sekitar 3 juta-an lah. Maka kami balik ke pilihan Speedy, kebetulan lagi ada paket promo Professional dengan kuota 3GB cuma bayar 200 ribu sebulan. Kalau paket unlimited office habis 750 ribu sebulan. Paket ini sekarang sudah mau diganti dengan tujuh paket baru. Alhamdulillah pilihan yang tepat. Internet lancar dan cukup cepat (maklum DSL), pendapatan pun juga jadi lancar :>

Share

Google Maps Geocoding (Flash AS2 application)

Hari ini ada meeting virtual dengan David, media director sebuah perusahaan komunikasi di Brazil dan UK. Seperti biasa, tambah kerjaan lagi. Kerjaan yang lalu perlu diperbaiki. Perfeksionis banget lah pokoknya. Detil-detilnya diperhatikan betul. Tapi yang bikin senang dengan perusahaan dia adalah kesempatan eksplorasi yang luar biasa dalam proyek-proyeknya. Proyek besarnya sih bikin simulator iphone yang dibuat dengan Flash AS2. Read the rest of this entry »

Share