Bicara soal blessing in disguise kayaknya memang cocok dengan pengalaman proyek edutainment kami dengan Tina, seorang ibu dengan tiga anak dari amerika. Menyenangkan rasanya memiliki klien seorang ibu yang sama-sama tertarik dengan masalah edutainment untuk anak seperti saya. Sebenarnya proyek ini awalnya kami dapat dari seorang Dutch bernama Max yang hampir bikin patah arang, karena setelah rampung hampir 80% dia say sorry karena kliennya yang meminta proyek ini kabur. Mungkin itu pitfall dari kerja freelancing yang  masalah trust sangat memegang peranan penting. Tapi dia berusaha untuk bertanggung jawab dengan mengatakan bahwa dia akan mengganti waktu kami yang sudah terpakai untuk proyek ini. Yaa walo tidak akan sebesar nilai proyek awal,lumayan lah:) Sambil menunggu kabar tentang nilai ‘ganti rugi’ dari Max dan curhat-curhat menenangkan hati, kami sarapan diluar rumah. Apesnya, mobil yang terparkir nunggu di pinggir jalan selama kami sarapan ketabrak dari depan. Penabraknya lari pula. Sambil sebel kami cuma bisa mengingat-ingat nomor plat mobil merah itu dengan harapan bisa lapor ke polisi dan berdoa supaya proyek yang udah 80% kelar itu ga sia-sia begitu aja, berharap doa orang yang didzalimi makbul :)

Pulangnya kami mendapat kabar bahwa Max mendapat klien baru untuk proyek ini dan malah mengoper klien nya itu sepenuhnya pada kami.Thank God!

Masalah trust dalam freelancing memang gampang-gampang susah, Untuk keamanan, sebaiknya kita mensorting klien yang punya track record baik dalam urusan membayar providernya dalam proyek2 yang pernah dia lakukan. Dan tentunya yang punya positive reviews dan comments. Dalam hal payment security, menggunakan escrow menjadi penting (mis. di guru atau elance) . Escrow membuat freelancer lebih aman karena klien sudah menyimpan down payment yang disepakati pihak provider dan buyer ke pihak ketiga, yaitu jobsites tersebut. But believe it or not, dalam freeelancing ini klien yang  trustworthy dan fair lebih banyak dari yang kita kira!

Share