Online freelancing (yep, itu salah satu bagian dari “eksekutif nyeker” kami) perlu banget yang namanya job sites. Yang saya maksud bukanlah situs semacam jobsdb untuk lowongan kerja secara fisik, melainkan lowongan kerja secara virtual. Yup, kerja sambil nyeker deket ma kasur dan bantal :) . Untuk saat ini, saya udah pernah masuk dan dapat job di empat job sites: oDesk, ScriptLance, Guru, dan eLance (saya susun berdasar kronologi saya sendiri). Sisanya adalah interaksi langsung dengan klien, dibayar langsung dengan mekanisme lain mis. PayPal, Western Union atau Moneygram. Anda ingin tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing situs job tersebut? Saya berikan sekilas pengalaman saya ya.. satu-satu mulai dari oDesk.

oDesk hourly rate

Sependek pengetahuan saya, oDesk adalah satu-satunya situs yang menawarkan full support dalam kerja berbasis waktu (hourly rate project) dan bukan fixed-price projects. Apakah full support tersebut? Pertama, garansi penuh. oDesk akan menjamin bahwa waktu yang anda luangkan untuk kerja sudah pasti dibayar sesuai dengan rate per jam Anda. Misalkan anda punya rate $15 per jam dan untuk pekerjaan membuat virtual clock dengan flash Anda menghabiskan waktu 10 jam. Maka anda akan dibayar $150 x 10 = $150. Insya Allah pasti dibayar :) . Lho memangnya ada yang tidak pasti dibayar? Ya, benar, ada yang tidak pasti dibayar. Di banyak situs lain, dan bahkan di oDesk sendiri (untuk skema fixed price project), payment belum tentu dijamin (meskipun ada di escrow account). Anda hanya punya kekuatan memberi feedback negatif kepada klien, sekiranya klien wanprestasi – kabur, mangkir dan lain sebagainya. Fortunately, saya belum pernah mengalami yang seperti ini. Kembali ke masalah full support.

Full support kedua, adalah tersedianya software monitoring kerja yang handal. oDesk memiliki software oDesk Team, yang akan memonitor aktivitas kerja Anda. Software ini akan melakukan screen capture pada saat-saat tertentu (ditentukan oleh sebuah algoritma), dan juga memantau seberapa aktif keypress dalam keyboard Anda. Tujuannya adalah memastikan Anda bekerja sesuai tujuannya (jadi Anda meresikokan pekerjaan Anda kalau main game trus dilaporin sebagai kerja ^_^ ). Dan jangan khawatir, anda dapat kapan saja men-suspend aktivitas kerja dan melanjutkan kembali kapan saja. Tentu Anda tidak akan dibayar pada saat suspend tersebut, kecuali anda melaporkan bahwa Anda bekerja secara offline (dan di-approve oleh client). Yup, the computer is still yours and you can still play those games!

Fixed Rate Projects

oDesk hanya menawarkan minimum support dalam hal ini. Bisa jadi Anda tidak dibayar sepeser pun, dan oDesk tidak akan menerima mediasi atau arbitrase apapun. You’re on your own risk. Berita bagusnya, Anda masih punya senjata feedback jika saja hal terburuk itu terjadi. Berita bagus yang lainnya, sudah banyak sekali proyek fixed rate di oDesk yang sukses, dan ini dikonfirmasi oleh pengalaman saya sendiri.

Fee Structure

oDesk menerapkan fee 10% dari total harga yang dibayar klien. Ya, bukan 10% dari nilai yang Anda terima, melainkan 10% dari total harga yang dibayar oleh buyer. Bedanya gimana sih? Misalkan klien membayarkan 200 USD untuk sebuah proyek, maka Anda akan menerima hanya 180 USD, karena dipotong 10% dari harga yang dibayar klien. Sebenarnya fee ini secara persis adalah sepersembilan dari total yang Anda terima (anda terima 180 USD, karena dari klien dipotong 20 USD fee, jadi sepersembilan [20/180]), alias sekitar 11.12% dari nilai proyek. Nanti Anda akan tahu bahwa ini fee yang terbilang agak kecil dibanding guru.com yang mematok 12% untuk keanggotaan standar.

Membership/Keanggotaan

oDesk tidak memungut biaya untuk ini. Anda tidak akan terdiskriminasi (baca: mendapat keistimewaan tertentu) berdasar uang. Anda hanya akan terdiskriminasi berdasarkan track record Anda. Banyak situs yang akan mendiskriminasi Anda berdasarkan uang keangotaan Anda lho. Contohnya, eLance. Kalau Anda mau gratisan, paling-paling Anda hanya akan dapat apply job 1 atau 2 kali dalam sebulan (tergantung jumlah poin yang diperlukan dalam proyek tertentu). Ini baru apply lho, belum tentu diterima. Kalau Anda bayar membership fee, baru bisa apply banyak-banyak. Di satu sisi ini bagus untuk pemula yang belum punya banyak modal. Tapi kalau Anda sudah eksis lama dan sudah kaya, barangkali Anda akan rela membayar lebih supaya tidak berdesak – desakan toh?

Payment

Proses clearing dari approved work menjadi earning agak lama menurut saya. Kalau Anda kerja hourly based, bisa makan waktu 2 minggu (tepatnya tergantung kalender regular oDesk). Sementara untuk fixed price jobs lebih cepat, sekitar 1 minggu. Setelah itu Anda akan melihat earning anda (yup, in USD) nongol di laporan finansial account Anda. Setelah itu baru deh bisa ditarik / dipindahkan ke payment gateway. oDesk bekerjasama dengan beberapa payment gateway, misalnya PayPal atau Moneybookers. Anda bisa apply juga untuk keanggotaan oDesk Payoneer Debit MasterCard. Untuk PayPal Anda akan ditarik biaya 1 USD setiap withdrawals (penarikan), sementara Payoneer 2 USD. Paypal lebih murah, namun tidak bisa instan pada hari itu Anda nikmati uangnya. Sementara kalau Anda punya Payoneer card, uang bisa ditarik hari itu juga di ATM-ATM berlogo MasterCard, jika Anda mau bayar lebih (5 USD untuk Payoneer, 2 USD untuk oDesk, dan untuk ATM sekitar 40 ribuan per 1 juta). Nah, gajian deh kita.

So, jika Anda mau mendapatkan gaji tidak buta dari internet buruan klik uang panas.. eh salah, formula bis.. eh salah :) (ndak saya ndak pernah merekomendasikan Anda untuk ngapusi orang), silakan klik gambar link di bawah ini ya:
The On Demand Global Workforce - oDesk