Mari kita perjelas kondisi medan global freelancing dalam bisnis IT: Ini adalah bisnis yang didikte oleh permintaan pasar. Konsumen adalah raja yang punya uang. Betapapun canggihnya skill Anda di suatu bidang, kalau tidak ada klien yang memerlukannya, Anda akan terlantar di sini.

Tentu saja, pernyataan ini ada konteks dan skopnya. Boleh jadi Anda hendak membuka pasar sendiri atau mengedukasi pasar agar mau membeli skill yang anda ‘jual’, tetapi lazimnya dalam konteks global freelancing, hal tersebut membutuhkan effort yang luar biasa.

Tetapi jujur saja, andaikata saya hanya berkutat  dengan skill Delphi (sempat populer tahun di kampus dahulu) saja, kemungkinan lebih besar saya tidak akan survive seperti sekarang di freelancing. Baru saja, hanya 11 entry project Delphi di elance.com, dan 16 entry di oDesk.com. Proyek pertama, kedua dan ketiga saya di freelancing berbasis Delphi. Selebihnya Flash & PHP, karena semakin  sulit menemukan offer proyek Delphi.

Dengan kartu Flash & PHP, alhamdulillah, survive dan bahkan banyak harus offload atau menolak kerjaan. Potensi income stabil di range $500-$600/minggu. (Memang tidak bisa dibandingkan dengan Anda – anda di sektor minyak dan finance, atau sektor artis dan pejabat, tapi saya cukup happy dengan itu :-) ).

Tetapi sekarang ini gelombang agaknya sedang menjauh dari platform andalan saya tersebut (Flash & PHP). Walaupun nampak masih dominan (Odesk: 911 jobs , Elance: 518 jobs) , namun kecenderungannya (demandnya) menurun, salah satu faktor utama disebabkan karena penetrasi Flash di ranah mobile yang kurang apik. Sebagaimana kita tahu, Iphone tidak mendukung Flash Player, dan banyak ragam handset Android belum mampu menjalankannya dengan baik (Spek Flash Player adalah untuk Android kelas atas dengan prosesor clock di atas 1 Ghz). Untuk PHP, barangkali ada alternatif – alternatif lain yang nampak lebih ‘clean’ mendukung ide MVC.

Demand yang menurun ini biasanya berefek ke hourly rate maupun harga proyek, seperti layaknya hukum ekonomi. Kalau barangnya sudah kurang kinclong maka harganya turun. Klien lebih cenderung menurunkan ekspektasi harga mereka atau berkurangnya peluang untuk long term project dengan hourly rate tinggi.

Barangkali benar, dalam pekerja IT, pengetahuan dan skill dalam teknologi tertentu adalah ‘barang dagangan’ mereka. Makin banyak barang dagangannya, semakin besar calon pembeli yang bisa tertarik. Tentu kita tidak menutup mata akan selalu ada kolektor ‘barang antik atau klasik’ yang boleh jadi bernilai tinggi. Bisa jadi akan ada klien yang datang dengan permintaan skill COBOL untuk mengupgrade atau memaintain sistem tua mereka.

Tetapi yang seperti ini tidaklah banyak jumlahnya, dan kita harus ingat, lanskap IT adalah lanskap yang rawan gempa. Perubahan terjadi dalam hitungan hari. Kalau Anda tidak terbiasa belajar dan mengadopsi paradigma baru, bersiaplah untuk tertinggal di ranah ini. Lantas, kalau saya ditanya, barang dagangan apa yang selanjutnya mau ditawarkan, saya akan jawab: “Saya akan siapin Ruby On Rails dan Android” :-)

Share