Lima Penghambat Langkah di Global Freelancing

Freelancing lewat internet semakin terdengar dan tersebar. Namun masih banyak kawan yang ragu untuk melangkah masuk di dalamnya. Silakan simak lima mindset berikut yang bisa menghambat langkah sukses Anda:

  • Tidak Percaya Diri & Takut Menjual Skill

Dunia global freelance adalah dunia kerja dan karya. Ini bukan dunia tipikal Pejabat Birokrat yang dapat easy money dari ongkang kaki. Asalkan  anda punya Skill untuk dijual di market ini, tak perlu ragu dan malu untuk melangkah. Anda punya hak untuk Pede. Benar, komunikasi dan kendala bahasa bisa menjadi halangan, namun percayalah, komunikasi dengan bahasa Inggris di freelancing biasanya tidak serumit di filem Hollywood yang sering anda tonton! Kebanyakan komunikasi berbasis text chat, dan bukan voice chat. Ingat, skill, skill, dan skill itu harga mati. Anda punya itu, tiket sukses sudah ditangan. Anda tidak punya itu, anda akan gagal.

  • Beranggapan Freelancing di Internet harus dengan skill IT.

Salah besar. Internet telah menjadi medium of everything. Internet menjadi alat bagi siapa saja untuk berkolaborasi secara digital, tidak melulu tentang IT, pemrograman, dan semacamnya. Contohnya, simaklah posting kerja yang butuh ilustrator komik (ilustrasi tangan) berikut ini. Masih kurang yakin?bagaimana dengan proyek penerjemahan ke bahasa Indonesia ini. Skill sebagai project manager yang sangat mengandalkan kemampuan komunikasi dan manajemen juga banyak dibutuhkan. Kalau Anda punya skill yang bisa dideliver lewat internet, maka janganlah ragu untuk melangkah!

  • Freelancing harus dilakukan secara full time.

Global Freelancing perlu disiplin dan etos kerja anda, tapi tersearah Anda mau meluangkan berapa waktu Anda untuk freelancing. Dengan kata lain, part timer bukan masalah. Mulailah dengan fixed price project yang kecil, jika Anda sudah nyaman terserah Anda mau mendapat seberapa banyak dengan meluangkan waktu Anda di sini.

  • Global Freelancing harus mahir berbahasa Inggris

Ini mitos juga, walaupun memang, penguasaan berbahasa Inggris akan sangat memperbesar peluang Anda. Anda bisa saja bergabung dengan agency tertentu, misalnya (promo yah)  Shiningpillars Agency. Agency akan berlaku menjembatani Anda dengan klien, misalnya untuk apply pekerjaan dan lain-lain. Hal ini bisa sangat mengurangi beban komunikasi bahasa Inggris Anda. (tapi jangan berhenti belajar ya!).

  • Freelancing nampak tidak menjanjikan sebagai sumber pemasukan.

Sebenarnya tidak ada yang menjanjikan Anda akan dapat sekian-sekian. Faktanya, tidak ada gaji bulanan yang pasti Anda terima. Fakta kedua, seberapa besar pendapatan Anda juga, tidak ada yang bisa membatasi lho! Saya berkeyakinan, menjalani dan mengamati bahwa freelancing done right bagi yang berskill lumayan dan full timer, selazimnya dan seharusnya bisa mendapatkan di atas 10 juta per bulan. Pendapatan tersebut bisa dari kerja di rumah, dekat dengan keluarga, bisa lebih intens proses pendidikan anak tercinta.

 

 

Share

Just Keep On Learning, Keep On Moving Forward

Mari kita perjelas kondisi medan global freelancing dalam bisnis IT: Ini adalah bisnis yang didikte oleh permintaan pasar. Konsumen adalah raja yang punya uang. Betapapun canggihnya skill Anda di suatu bidang, kalau tidak ada klien yang memerlukannya, Anda akan terlantar di sini.

Tentu saja, pernyataan ini ada konteks dan skopnya. Boleh jadi Anda hendak membuka pasar sendiri atau mengedukasi pasar agar mau membeli skill yang anda ‘jual’, tetapi lazimnya dalam konteks global freelancing, hal tersebut membutuhkan effort yang luar biasa.

Tetapi jujur saja, andaikata saya hanya berkutat  dengan skill Delphi (sempat populer tahun di kampus dahulu) saja, kemungkinan lebih besar saya tidak akan survive seperti sekarang di freelancing. Baru saja, hanya 11 entry project Delphi di elance.com, dan 16 entry di oDesk.com. Proyek pertama, kedua dan ketiga saya di freelancing berbasis Delphi. Selebihnya Flash & PHP, karena semakin  sulit menemukan offer proyek Delphi.

Dengan kartu Flash & PHP, alhamdulillah, survive dan bahkan banyak harus offload atau menolak kerjaan. Potensi income stabil di range $500-$600/minggu. (Memang tidak bisa dibandingkan dengan Anda – anda di sektor minyak dan finance, atau sektor artis dan pejabat, tapi saya cukup happy dengan itu :-) ).

Tetapi sekarang ini gelombang agaknya sedang menjauh dari platform andalan saya tersebut (Flash & PHP). Walaupun nampak masih dominan (Odesk: 911 jobs , Elance: 518 jobs) , namun kecenderungannya (demandnya) menurun, salah satu faktor utama disebabkan karena penetrasi Flash di ranah mobile yang kurang apik. Sebagaimana kita tahu, Iphone tidak mendukung Flash Player, dan banyak ragam handset Android belum mampu menjalankannya dengan baik (Spek Flash Player adalah untuk Android kelas atas dengan prosesor clock di atas 1 Ghz). Untuk PHP, barangkali ada alternatif – alternatif lain yang nampak lebih ‘clean’ mendukung ide MVC.

Demand yang menurun ini biasanya berefek ke hourly rate maupun harga proyek, seperti layaknya hukum ekonomi. Kalau barangnya sudah kurang kinclong maka harganya turun. Klien lebih cenderung menurunkan ekspektasi harga mereka atau berkurangnya peluang untuk long term project dengan hourly rate tinggi.

Barangkali benar, dalam pekerja IT, pengetahuan dan skill dalam teknologi tertentu adalah ‘barang dagangan’ mereka. Makin banyak barang dagangannya, semakin besar calon pembeli yang bisa tertarik. Tentu kita tidak menutup mata akan selalu ada kolektor ‘barang antik atau klasik’ yang boleh jadi bernilai tinggi. Bisa jadi akan ada klien yang datang dengan permintaan skill COBOL untuk mengupgrade atau memaintain sistem tua mereka.

Tetapi yang seperti ini tidaklah banyak jumlahnya, dan kita harus ingat, lanskap IT adalah lanskap yang rawan gempa. Perubahan terjadi dalam hitungan hari. Kalau Anda tidak terbiasa belajar dan mengadopsi paradigma baru, bersiaplah untuk tertinggal di ranah ini. Lantas, kalau saya ditanya, barang dagangan apa yang selanjutnya mau ditawarkan, saya akan jawab: “Saya akan siapin Ruby On Rails dan Android” :-)

Share

Hati-hati dengan verifikasi Paypal

Hari itu, dengan senang hati saya mentransfer gajian dari oDesk via Paypal. Selama ini, paypal menjadi andalan untuk metode pencairan pendapatan online kami, karena penarikan tunai lewat payoneer cukup mahal. Seperti biasa, terdapat pesan di inbox bahwa uang “dalam perjalanan” ke bank.

Alangkah kagetnya saya, ketika melihat sebuah notifikasi bahwa account paypal saya menjadi limited karena paypal mencurigai ada seseorang yang mengakses account saya. Segera saya mencoba mengakses ke account saya. Berhasil. Setelah logged in ke account paypal, di situ diterangkan bahwa account limited, dan payment reversed. Artinya, saya tidak dapat mencairkan/mentransfer uang ke bank, dan proses transfer yang tadinya pending dibatalkan. Paypal menyarankan saya untuk me-resolve masalah ini dengan beberapa opsi:

  1. Verifikasi ulang kartu kredit.
  2. Verifikasi dokumen-dokumen, termasuk credit card statement dari bank.

Ah, pikir saya, ini mungkin kesalahan saya, ketika kartu debit card MasterCard baru payoneer datang, saya engga melakukan update informasi, sehingga ketika paypal memvalidasi nomor kartu kredit, tentu akan gagal dan kemungkinan itu yang membuat paypal “curiga” dan membatasi account saya.  Tentu saya melakukan langkah 1, yakni verifikasi ulang kartu kredit/debit, namun sistem paypal tidak mengizinkan saya menginput nomor kartu debit/kredit yang baru. Sementara itu, kartu yang lama sudah expired.

Gagal langkah 1, saya coba langkah 2. Saya sudah pesimis, karena, yah, saya tidak memiliki kartu kredit dari bank lokal, sehingga account statement saya hanyalah dari payoneer berbentuk PDF. Ternyata benar, langkah 2 ditolak, bahkan paypal menghadiahi saya dengan penutupan account sekaligus!  Dana yang tersisa di paypal akan dibekukan selama 180 hari, dan setelah itu (katanya) dana akan bisa dicairkan lewat bank.

Hff, nyesel juga engga update data kartu buru-buru. Waspada juga buat temen2 yang pakai Payoneer/VCC untuk verifikasi, barangkali ada apa apa di kemudian hari rada sulit untuk provide printed bank statement. Tapi ada kabar baik dari oDesk, ternyata oDesk memiliki payment method terbaru, yakni transfer langsung ke bank. Dengan demikian fee pihak ketiga bisa diskip dan (katanya) oDesk punya rate yang kompetitif. Jadi gak sabar nungguin nih :)

Share

Free pitching is worthed..

Dalam dunia desain grafis biasanya free pitching adalah proses yang dianggap menyebalkan, dimana desainer diminta-atau secara sukarela-membuat speculative design work  tanpa dibayar dengan harapan untuk memenangkan tender.

Ya, saya melakukan itu.

And i was selected over 30 candidates from many countries. :)

Lucky? mungkin juga, yang pasti klien saya bilang dia senang dengan kesungguhan saya untuk mendapatkan proyek ini dan tentunya karya free pitching saya dia sukai.

Calon klien memang akan sangat terbantu jika tidak perlu bersusah payah menginterview satu persatu provider yang melakukan bidding proyek yang dia posting, jika dia melihat orang yang serius dan kompeten untuk menyelesaikan job yang dia posting. Dan hal itu bisa dia lihat pada free pithing yang anda inisiasi!

Sebelum anda menginisiasi free pitching, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan :

1. Calon klien. Perhatikan track record klien.Anda bisa membandingkan antara jobs posting dengan jobs paid dan feedback dari provider yang pernah mereka sewa. Track record ini penting agar kita tidak membuang-buang waktu untuk calon klien yang tidak serius. Keseriusan klien juga ditunjukkan dengan status payment method yang mereka miliki. Jika sudah “verified” tentu klien tersebut lebih serius dengan job posting mereka.

2. Job posting. Cari job posting yang memberikan detail job description, hal ini untuk memudahkan anda membuat mock up yang sesuai dengan keinginan klien dalam rangka free pitching. Semakin detail job description, semakin mudah bagi anda untuk melakukan free pitching dan sebaliknya.

3. Jika hasil yang diinginkan dalam bentuk image, pastikan hanya memberikan karya yang low resolution, kalau perlu berikan watermark nama atau inisial anda untuk mencegah pemakaian karya tanpa ijin anda.

4. Jika anda sudah memiliki porto folio yang mirip dengan deskripsi job, jangan ragu untuk mencantumkan karya tersebut baik dalam bentuk link ataupun thumbnail beserta penjelasannya.

5. Jika mock up anda yang perlu live demo di internet,  maka jangan segan untuk inves di web hosting yang mendukung hal ini. Sebagai contoh, Anda hendak memamerkan multiplayer game buatan Anda, maka pastikan demo ini dapat diakses dari internet secara langsung dengan dukungan hosting yang sesuai.

Share

Beberapa Metode Mencairkan Pendapatan Freelancing Anda

Secara umum langkah langkahnya adalah:
1. Anda memperoleh uang di dalam account freelancing site Anda.
2. Anda mentransfer pendapatan tersebut ke salah satu metode pembayaran di bawah (biasanya instan)
3. Anda mentransfer uang tersebut ke dalam rekening bank atau kartu pembayaran Anda (perlu waktu)

Berikut adalah paparan lebih lanjut untuk poin nomor 2:

PayPal

Transaksi online dan dunia e-commerce tak lengkap tanpa PayPal. Anda pun dapat mencairkan pendapatan Anda dengan PayPal, dan ini merupakan pilihan terbaik jika Anda tak hendak buru – buru amat. Lho kok? Maksudnya begini, secara umum, PayPal memerlukan waktu beberapa hari untuk pencairannya, namun rupiah yang anda dapatkan akan lebih banyak, dan ini langsung masuk ke rekening Bank di Indonesia. Pengalaman rutin saya, kalau Anda mentransfer uang dari PayPal ke Bank pada hari Rabu pagi, hari Jumat siang uang sudah nangkring di rekening Anda. Biayanya pun relatif murah, gratis jika uang yang ditransfer tak kurang dari 1,5 juta rupiah, dan Rp.16.000 jika kurang dari Rp. 1,5 juta  (ini biaya transfer untuk nomor langkah 2 di atas). Tentu saja exchange rate pun berlaku juga di sini.

Kelebihan PayPal yang lain adalah widely adopted dalam e-commerce. banyak sekali situs yang mendukung pembayaran dengan PayPal. PayPal lebih unggul daripada MoneyBooker, walaupun masih kalah dibanding dengan pilihan kartu debit Mastercard (yang kurang lebih setara dengan kartu kredit dalam e-commerce). Hanya dalam sekuriti tentu PayPal lebih aman dibandingkan dengan opsi kartu kredit/kartu debit (yang hanya mengandalkan nomor kartu, shipping address dan security code). Sekali Anda memberikan informasi tersebut, merchant (atau malicious user) dapat melakukan tagihan tanpa konfirmasi kepada Anda. Tidak demikian halnya dengan PayPal yang memerlukan konfirmasi Anda setiap ada tagihan.

Masalah klasik dalam PayPal: membuat account mudah, tapi ini belum cukup untuk mentransfer uang jerih payah anda ke rekening bank di Indonesia. Anda musti mengupgrade account (verifikasi) terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Ikuti langkah – langkah “Get Verified” dalam website PayPal dan pastikan Anda memiliki salah satu dari item berikut:
1. Kartu kredit.
2. Kartu debit MasterCard / Visa yang beneran
(misalnya debit MasterCard yang bisa Anda dapat dari Payoneer seperti yang diterangkan di bawah).
Kartu debit dari bank di Indonesia tidak dapat digunakan untuk saat ini.
3. Virtual Credit Card yang dapat diperoleh di agen-agen lokal.
Intinya tinggal masukkan data-data (nomor, kode sekuriti dsb) di situ. Dalam beberapa kasus Anda perlu meload terlebih dahulu kartu Anda, karena akan dicharge (sementara waktu) 1.95 USD untuk verifikasi ini.

Debit MasterCard dari Payoneer

Ini adalah pilihan terbaik jika waktu adalah satu-satunya faktor ( alias kondisi mepet banget :) ). Mengapa? Hanya dalam 2 jam uang Anda bisa cair di sembarang ATM berlogo MasterCard di kota Anda. Biayanya untuk proses kilat ini, anda akan dikenakan tambahan 3 USD.  Tidak seperti Paypal dan Moneybookers, debit MasterCard ini menagih biaya bulanan sebesar 1 USD, hanya jika terdapat cukup uang di dalam kartu tersebut. Jika tidak, Anda tidak akan dicharge lebih jauh. Untuk mendapatkan kartu ini Anda harus memesan melalui situs freelancing seperti www.odesk.com atau www.elance.com melalui account Anda yang di situs tersebut. (Jangan khawatir, gratis biaya kirim lewat pos regular).
CAVEATS:
A. Jika memungkinkan, lebih baik belanja langsung dengan kartu MasterCard dibandingkan menarik uang dari ATM. Biaya penarikan ATM secara umum cukup besar, dan bervariasi tergantung bank. Kalau lewat BCA, ketika kurs 1 US Dollar Rp. 10.000-an, kira-kira Anda akan kehilangan 70.000 untuk penarikan satu juta rupiah saja (which is around 7%, well that’s huge). Anda dapat mencari ATM yang langsung dimiliki oleh MasterCard (bukan dimiliki oleh bank tertentu) untuk mencoba membypass biaya bank (hanya saya belum pernah validasi hal ini). Listnya dapat diperoleh dari

http://www.mastercard.com/us/personal/en/cardholderservices/atmlocations/index.html

B. Kartu ini lumayan “sakti” untuk transaksi online, seperti halnya kartu kredit. Saya pernah menggunakannya untuk untuk memesan AirAsia online dsb.

Moneybookers

Saya hanya menggunakan MoneyBookers sewaktu di negeri Jiran. Secara umum servisnya memuaskan, hanya saja ketika Anda mentransfer pendapatan ke MoneyBookers, otomatis akan dikonversi menjadi local currency. Secara keamanan transaksi online saya rasa Moneybookers setara dengan paypal, hanya saja kurang diadopsi secara luas. Moneybookers dapat menjadi pilihan alternatif jika terjadi kemacetan dalam jalur-jalur lain.

Share