Free pitching is worthed..

Dalam dunia desain grafis biasanya free pitching adalah proses yang dianggap menyebalkan, dimana desainer diminta-atau secara sukarela-membuat speculative design work  tanpa dibayar dengan harapan untuk memenangkan tender.

Ya, saya melakukan itu.

And i was selected over 30 candidates from many countries. :)

Lucky? mungkin juga, yang pasti klien saya bilang dia senang dengan kesungguhan saya untuk mendapatkan proyek ini dan tentunya karya free pitching saya dia sukai.

Calon klien memang akan sangat terbantu jika tidak perlu bersusah payah menginterview satu persatu provider yang melakukan bidding proyek yang dia posting, jika dia melihat orang yang serius dan kompeten untuk menyelesaikan job yang dia posting. Dan hal itu bisa dia lihat pada free pithing yang anda inisiasi!

Sebelum anda menginisiasi free pitching, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan :

1. Calon klien. Perhatikan track record klien.Anda bisa membandingkan antara jobs posting dengan jobs paid dan feedback dari provider yang pernah mereka sewa. Track record ini penting agar kita tidak membuang-buang waktu untuk calon klien yang tidak serius. Keseriusan klien juga ditunjukkan dengan status payment method yang mereka miliki. Jika sudah “verified” tentu klien tersebut lebih serius dengan job posting mereka.

2. Job posting. Cari job posting yang memberikan detail job description, hal ini untuk memudahkan anda membuat mock up yang sesuai dengan keinginan klien dalam rangka free pitching. Semakin detail job description, semakin mudah bagi anda untuk melakukan free pitching dan sebaliknya.

3. Jika hasil yang diinginkan dalam bentuk image, pastikan hanya memberikan karya yang low resolution, kalau perlu berikan watermark nama atau inisial anda untuk mencegah pemakaian karya tanpa ijin anda.

4. Jika anda sudah memiliki porto folio yang mirip dengan deskripsi job, jangan ragu untuk mencantumkan karya tersebut baik dalam bentuk link ataupun thumbnail beserta penjelasannya.

5. Jika mock up anda yang perlu live demo di internet,  maka jangan segan untuk inves di web hosting yang mendukung hal ini. Sebagai contoh, Anda hendak memamerkan multiplayer game buatan Anda, maka pastikan demo ini dapat diakses dari internet secara langsung dengan dukungan hosting yang sesuai.

Beberapa Metode Mencairkan Pendapatan Freelancing Anda

Secara umum langkah langkahnya adalah:
1. Anda memperoleh uang di dalam account freelancing site Anda.
2. Anda mentransfer pendapatan tersebut ke salah satu metode pembayaran di bawah (biasanya instan)
3. Anda mentransfer uang tersebut ke dalam rekening bank atau kartu pembayaran Anda (perlu waktu)

Berikut adalah paparan lebih lanjut untuk poin nomor 2:

PayPal

Transaksi online dan dunia e-commerce tak lengkap tanpa PayPal. Anda pun dapat mencairkan pendapatan Anda dengan PayPal, dan ini merupakan pilihan terbaik jika Anda tak hendak buru – buru amat. Lho kok? Maksudnya begini, secara umum, PayPal memerlukan waktu beberapa hari untuk pencairannya, namun rupiah yang anda dapatkan akan lebih banyak, dan ini langsung masuk ke rekening Bank di Indonesia. Pengalaman rutin saya, kalau Anda mentransfer uang dari PayPal ke Bank pada hari Rabu pagi, hari Jumat siang uang sudah nangkring di rekening Anda. Biayanya pun relatif murah, gratis jika uang yang ditransfer tak kurang dari 1,5 juta rupiah, dan Rp.16.000 jika kurang dari Rp. 1,5 juta  (ini biaya transfer untuk nomor langkah 2 di atas). Tentu saja exchange rate pun berlaku juga di sini.

Kelebihan PayPal yang lain adalah widely adopted dalam e-commerce. banyak sekali situs yang mendukung pembayaran dengan PayPal. PayPal lebih unggul daripada MoneyBooker, walaupun masih kalah dibanding dengan pilihan kartu debit Mastercard (yang kurang lebih setara dengan kartu kredit dalam e-commerce). Hanya dalam sekuriti tentu PayPal lebih aman dibandingkan dengan opsi kartu kredit/kartu debit (yang hanya mengandalkan nomor kartu, shipping address dan security code). Sekali Anda memberikan informasi tersebut, merchant (atau malicious user) dapat melakukan tagihan tanpa konfirmasi kepada Anda. Tidak demikian halnya dengan PayPal yang memerlukan konfirmasi Anda setiap ada tagihan.

Masalah klasik dalam PayPal: membuat account mudah, tapi ini belum cukup untuk mentransfer uang jerih payah anda ke rekening bank di Indonesia. Anda musti mengupgrade account (verifikasi) terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Ikuti langkah – langkah “Get Verified” dalam website PayPal dan pastikan Anda memiliki salah satu dari item berikut:
1. Kartu kredit.
2. Kartu debit MasterCard / Visa yang beneran
(misalnya debit MasterCard yang bisa Anda dapat dari Payoneer seperti yang diterangkan di bawah).
Kartu debit dari bank di Indonesia tidak dapat digunakan untuk saat ini.
3. Virtual Credit Card yang dapat diperoleh di agen-agen lokal.
Intinya tinggal masukkan data-data (nomor, kode sekuriti dsb) di situ. Dalam beberapa kasus Anda perlu meload terlebih dahulu kartu Anda, karena akan dicharge (sementara waktu) 1.95 USD untuk verifikasi ini.

Debit MasterCard dari Payoneer

Ini adalah pilihan terbaik jika waktu adalah satu-satunya faktor ( alias kondisi mepet banget :) ). Mengapa? Hanya dalam 2 jam uang Anda bisa cair di sembarang ATM berlogo MasterCard di kota Anda. Biayanya untuk proses kilat ini, anda akan dikenakan tambahan 3 USD.  Tidak seperti Paypal dan Moneybookers, debit MasterCard ini menagih biaya bulanan sebesar 1 USD, hanya jika terdapat cukup uang di dalam kartu tersebut. Jika tidak, Anda tidak akan dicharge lebih jauh. Untuk mendapatkan kartu ini Anda harus memesan melalui situs freelancing seperti www.odesk.com atau www.elance.com melalui account Anda yang di situs tersebut. (Jangan khawatir, gratis biaya kirim lewat pos regular).
CAVEATS:
A. Jika memungkinkan, lebih baik belanja langsung dengan kartu MasterCard dibandingkan menarik uang dari ATM. Biaya penarikan ATM secara umum cukup besar, dan bervariasi tergantung bank. Kalau lewat BCA, ketika kurs 1 US Dollar Rp. 10.000-an, kira-kira Anda akan kehilangan 70.000 untuk penarikan satu juta rupiah saja (which is around 7%, well that’s huge). Anda dapat mencari ATM yang langsung dimiliki oleh MasterCard (bukan dimiliki oleh bank tertentu) untuk mencoba membypass biaya bank (hanya saya belum pernah validasi hal ini). Listnya dapat diperoleh dari

http://www.mastercard.com/us/personal/en/cardholderservices/atmlocations/index.html

B. Kartu ini lumayan “sakti” untuk transaksi online, seperti halnya kartu kredit. Saya pernah menggunakannya untuk untuk memesan AirAsia online dsb.

Moneybookers

Saya hanya menggunakan MoneyBookers sewaktu di negeri Jiran. Secara umum servisnya memuaskan, hanya saja ketika Anda mentransfer pendapatan ke MoneyBookers, otomatis akan dikonversi menjadi local currency. Secara keamanan transaksi online saya rasa Moneybookers setara dengan paypal, hanya saja kurang diadopsi secara luas. Moneybookers dapat menjadi pilihan alternatif jika terjadi kemacetan dalam jalur-jalur lain.

Animasi slow-motion yang halus dengan Flash

Beberapa waktu yang lalu seorang klien meminta dibuatkan flash menu yang berputar seperti layaknya bianglala.  Jika Anda hendak melihat hasil akhirnya, silahkan cek link berikut:  http://www.shiningpillars.com/CarouselApp/CarouselApp.html

Dalam aplikasi tersebut, klien ingin perputaran menu yang teramat sangat lambat dan halus. Teknik animasi tweening biasa sebenarnya baik-baik saja dan will do fine dalam banyak kasus, tetapi tidak akan memuaskan dalam animasi yang teramat lambat (pixel demi pixel).

Silahkan perhatikan demo berikut ini (tekan F5 jika Anda tidak melihat animasinya):

Bandingkan animasi tulisan “Test” yang pertama (atas) dengan yang kedua di bawah.
Saya menggunakan tweening library yang sangat handal TweenMax dari greensock. Untuk animasi pertama, saya cukup memakai statement ini dalam Actionscript 3 (seperti yang Anda saksikan, hasilnya kurang begitu halus):
TweenMax.to(box3, 200, {x:box3.x + 200});

Kode tersebut dapat dibaca sebagai, “Gerakkan objek box3 secara mendatar, 200 pixel ke kanan dari posisi awal dalam waktu 200 detik”. Kalau 200 detik dapat menempuh 200 pixel berarti kecepatannya 1 pixel / detik. Penambahan satu pixel dalam satu detik ini membuat animasi patah-patah. Jika kita memang hendak membuat animasi yang lambat, tentu tidak mungkin mempercepat kecepatan hanya supaya smooth. Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Dalam teknik yang saya temukan, untuk menganimasikan objek tersebut secara halus, diperlukan klon / objek kedua. Dua objek ini akan dimainkan transparansinya (fade in/out) dan juga posisinya. Objek klon akan dipindahkan terlebih dahulu ke koordinat target (biasanya hanya dalam jarak beberapa pixel) dan dilakukan fade-in perlahan. Selanjutnya setelah fade-in selesai, objek orisinil akan dipindahkan ke koordinat target dan di fade-out perlahan.

Solusi saya dalam masalah ini sebagaimana terlihat dalam animasi kedua akan saya ilustrasikan di bawah ini. Dalam ilustrasi ini saya menggunakan warna merah untuk menandakan objek asli dan warna biru untuk menandakan objek klon (mohon klik Start untuk memulai animasi):

Jika anda penasaran dengan kodenya, silakan lihat di bawah ini. Asumsikan ada bahwa ada dua objek yang identik di stage. Objek asli kita namakan box1 dan klon dari objek tersebut kita namakan box2 :

import gs.*;
function realMove(obj, x, y) {
 obj.x = x;
 obj.y = y;
 obj.alpha = 1;
}

function moveTo(obj, clone, x, y) {
// move the clone ahead and make it transparent
 clone.alpha = 0;
 clone.x = x;
 clone.y = y;

// slowly make the clone visible
 TweenMax.to(clone, 0.4, {alpha:1});
// slowly make the original object invisible
 TweenMax.to(obj, 0.5, {alpha:0, onComplete:realMove, onCompleteParams:[obj,x,y]});
}

setInterval(tickHandler, 600);
function tickHandler() {
 moveTo(box, box2, box.x+1, box.y);
}

Masalah ‘trust’ dalam freelancing

Bicara soal blessing in disguise kayaknya memang cocok dengan pengalaman proyek edutainment kami dengan Tina, seorang ibu dengan tiga anak dari amerika. Menyenangkan rasanya memiliki klien seorang ibu yang sama-sama tertarik dengan masalah edutainment untuk anak seperti saya. Sebenarnya proyek ini awalnya kami dapat dari seorang Dutch bernama Max yang hampir bikin patah arang, karena setelah rampung hampir 80% dia say sorry karena kliennya yang meminta proyek ini kabur. Mungkin itu pitfall dari kerja freelancing yang  masalah trust sangat memegang peranan penting. Read the rest of this entry »

Pengalaman di Situs-situs Kerja Freelance (part 1, oDesk)

Online freelancing (yep, itu salah satu bagian dari “eksekutif nyeker” kami) perlu banget yang namanya job sites. Yang saya maksud bukanlah situs semacam jobsdb untuk lowongan kerja secara fisik, melainkan lowongan kerja secara virtual. Yup, kerja sambil nyeker deket ma kasur dan bantal :) . Untuk saat ini, saya udah pernah masuk dan dapat job di empat job sites: oDesk, ScriptLance, Guru, dan eLance (saya susun berdasar kronologi saya sendiri). Sisanya adalah interaksi langsung dengan klien, dibayar langsung dengan mekanisme lain mis. PayPal, Western Union atau Moneygram. Anda ingin tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing situs job tersebut? Saya berikan sekilas pengalaman saya ya.. satu-satu mulai dari oDesk. Read the rest of this entry »

Emulasi Nintendo Entertainment System di website anda

Michael, client saya dari UK, sangat menyukai game-game jadul kenangan yang jalan di platform-platform lama semacam Nintendo (NES), Super Nintendo (SNES) dan lain sebagainya. Untuk itu dia perlu sebuah emulator yang jalan di PC nya. Sebuah emulator pada prinsipnya mirip dengan virtual machine seperti VMWare atau bahkan Java Virtual Machine. Di dalamnya ada instruction set yang unik. Ketika sebuah program dieksekusi di atas virtual machine, berarti virtual machine (VM) tersebut sedang menjalankan instruction – instruction yang ada di dalam program tersebut. Semua berjalan baik (dia memakai NesCafe dan Nestopia untuk emulator Nintendo standard) sampai dia merasa bahwa mobilitasnya yang tinggi membuat dia tidak dapat memainkan game-game tersebut. Sure, ada laptop, tapi laptop kan berat, lagipula laptop tersita untuk hal-hal yang serius saja katanya. Jadi dia kepingin membuat game-game tersebut tampil dan dapat dimainkan di blog, online, and that’s why he called me to jump in and solve this matter :) Jadilah saya dan Muhsin, another nyeker executive on board, kerja bareng untuk solving masalah ini. Read the rest of this entry »

Telkom Speedy, speed that you can trust (at least in my case)

Saya tinggal di daerah dekat UPN Veteran Yogyakarta. Daerah yang laundry per kilo cuman dua rebu, dah wangi lagi hehe. Saking banyaknya kos-kosan mahasiswanya. Dan ini pula yang saya curigai membuat koneksi Telkomsel Flash saya sangat parah. Ya, parah karena putus-nyambung alias disconnected (DC) dalam periode waktu yang sangat pendek. Nyambung satu menit, DC. Dua menit, DC. Asik-asik upload atau download, DC. Ketika modem N80 saya bawa ke tempat lain, misalnya di daerah Panti Rapih, it worked like a charm! Wus wus wus kalau malam harinya (kalau siang ya lemot, tapi paling enggak tidak bolak balik DC sih). Tapi daerah yang “mak nyuss” semacam ini sangat jarang. Selama setahun saya “roaming” pindah-pindah dari Bandung, Tasikmalaya, Yogyakarta, ya hampir pasti putus nyambung lah.

Enough is enough.

Setelah settle down saya sempat mempertimbangkan dua pilihan: Wireless Internet atau Telkom Speedy. Pilihan pertama jatuh ke Wireless Internet (teknologi microwave,  pake tower).  Kenapa, karena ongkosnya lebih murah untuk unlimited bandwidth. Memang sih ongkos buat bikin menara memang mahal. Tapi kan setelah itu dengan biaya 300 ribuan bisa dapet unlimited? Lantas saya undanglah beberapa ISP untuk datang ke rumah ngecek kelayakan. Paket yang ditawarkan Intersat malah cuma 99 ribuan. Tapi agak shock setelah dapat informasi bahwa bandwidth yang ditawarkan (minimal) yang dijamin cuma 64Kb atau ga jauh dari situ. Apalagi setelah ngeliat blog-blog rekan-rekan yang kecewa karena lemot banget. Kemudian Intersat dan AngkasaWave pernah survei ke rumah. Intersat enggak mampu handle karena BTS-nya yang paling deket ke-blok ama kantor pajak yang segede gajah (alamak, segede pesawat luar angkasa ding). AngkasaWave bisa handle tapi perlu lima stik (masing-masing stik kalau ga salah 5 meter) menjulang ke atas. Ini tentu biaya yang tidak sedikit. Saya hitung sekitar 3 juta-an lah. Maka kami balik ke pilihan Speedy, kebetulan lagi ada paket promo Professional dengan kuota 3GB cuma bayar 200 ribu sebulan. Kalau paket unlimited office habis 750 ribu sebulan. Paket ini sekarang sudah mau diganti dengan tujuh paket baru. Alhamdulillah pilihan yang tepat. Internet lancar dan cukup cepat (maklum DSL), pendapatan pun juga jadi lancar :>