<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eksekutif Nyeker</title>
	<atom:link href="http://www.nyeker.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nyeker.com</link>
	<description>Kerja Freelance Seantero Dunia, Tak Beralas Kaki</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2010 17:17:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kartu Payoneer Terbaru Datang!</title>
		<link>http://www.nyeker.com/2010/08/kartu-payoneer-terbaru-datang/</link>
		<comments>http://www.nyeker.com/2010/08/kartu-payoneer-terbaru-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 17:17:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Dewandaru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[atm]]></category>
		<category><![CDATA[biaya]]></category>
		<category><![CDATA[payoneer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nyeker.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, dengan paket pos reguler, sampailah juga ke depan rumah kami. It looks cool! Jika alamat rumah sukar dijangkau oleh pos biasa, mungkin anda bisa minta payoneer mengirimkan dengan Fedex sehingga bisa Anda gunakan fasilitas trackingnya. Hanya saja, harganya 85 USD hanya untuk sekedar mengirimkan sebuah kartu saja. Dibandingkan dengan yang gratis, siapa yang mau? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, dengan paket pos reguler, sampailah juga ke depan rumah kami. It looks cool! Jika alamat rumah sukar dijangkau oleh pos biasa, mungkin anda bisa minta payoneer mengirimkan dengan Fedex sehingga bisa Anda gunakan fasilitas trackingnya. Hanya saja, harganya 85 USD hanya untuk sekedar mengirimkan sebuah kartu saja. Dibandingkan dengan yang gratis, siapa yang mau? <img src='http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <div id="attachment_215" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-content/uploads/2010/07/payoneer-card.jpg"><img src="http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-content/uploads/2010/07/payoneer-card-300x225.jpg" alt="" title="payoneer card" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-215" /></a><p class="wp-caption-text">Kartu Payoneer Telah Datang</p></div><br />
Buat saya, kartu ini berfungsi sebagai ban serep pembayaran. Misalkan beberapa waktu yang lalu oDesk tidak dapat mentransfer ke paypal selama beberapa hari, maka alternatif dengan payoneer bisa masuk akal. Hanya saja, menarik cash di ATM dengan kartu ini sangatlah mahal, terpotong biaya bank. Hal ini tidak sama dengan belanja langsung dengan kartu ini (lebih murah dan tidak terkena potongan). Thanks payoneer!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nyeker.com/2010/08/kartu-payoneer-terbaru-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memblok konten pornografi dalam jaringan lokal dengan OpenDNS</title>
		<link>http://www.nyeker.com/2010/07/pornfilter-opendns/</link>
		<comments>http://www.nyeker.com/2010/07/pornfilter-opendns/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 19:38:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Dewandaru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dns]]></category>
		<category><![CDATA[opendns]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[pornografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nyeker.com/2010/07/memblok-konten-pornografi-dalam-jaringan-lokal-dengan-opendns/</guid>
		<description><![CDATA[Latar Belakang Kami mensharing jaringan Telkom Speedy eksekutif ke para tetangga (kebanyakan mahasiswa belakang rumah, supaya beban harganya lebih murah ehm). Kami memakai Prolink N-series, dan dikonfigurasi untuk sharing sederhana. Bukan seperti Mikrotik ataupun jenis yang bisa mengatur bandwidth dan kontrol / monitor ketat masing-masing terminal. Jadi user bebas mengakses apapun dan bandwidth akan dibagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Latar Belakang</h2>
<p>Kami mensharing jaringan Telkom Speedy eksekutif ke para tetangga (kebanyakan mahasiswa belakang rumah, supaya beban harganya lebih murah <img src='http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ehm). Kami memakai Prolink N-series, dan dikonfigurasi untuk sharing sederhana. Bukan seperti Mikrotik ataupun jenis yang bisa mengatur bandwidth dan kontrol / monitor ketat masing-masing terminal. Jadi user bebas mengakses apapun dan bandwidth akan dibagi rata. Hal ini membuat saya agak khawatir dengan akses materi pornografi. Yang utama tentu alasan moral/sosial terutama utk rekan2 mahasiswa. Yang kedua bandwidthnya bakal drop drastis.</p>
<p>Beberapa cara untuk mencegah akses materi pornografi telah dicoba, tapi tak ada yang memuaskan. Sebagai contoh, kita bisa membuat daftar hitam / blacklist situs secara manual pada antarmuka ruter tersebut, tapi entrinya sangatlah terbatas (16 situs saja) dan sangat tidak praktis bagi saya seorang diri untuk meremajakan daftar tersebut.</p>
<p>Beruntung bagi saya, hari ini menemukan suatu pemecahan yang tepat untuk masalah di atas dengan memakai layanan gratis dari OpenDNS.</p>
<h2>Apakah OpenDNS itu?</h2>
<p>Ketika kita mengetikkan nama domain situs ke dalam browser, misalnya http://www.google.com, proses di belakang layar yang terjadi adalah browser akan menghubungi DNS server untuk bertanya, apakah IP Address untuk nama domain yang dimasukkan pengguna?<br /> IP Address adalah alamat server dengan representasi numeris seperti 72.14.213.147.</p>
<p>Proses ini mirip dengan bertanya kepada &#8220;Pak RT&#8221; (sebagai analogi DNS server), rumahnya &#8220;Pak Anu&#8221; dimana ya? Pak RT kemudian menjawab dengan nomor rumah yang dia ketahui sebagai alamat &#8220;Pak Anu&#8221; tersebut.</p>
<p>Nah, OpenDNS adalah tipe Pak RT yang bisa dipesan untuk menjawab &#8220;Wah ndak tahu mas&#8221;, kalau pertanyaan &#8211; pertanyaan yang diajukan seperti &#8220;Pak, rumahnya yang jual VCD porno dimana ya?&#8221;. Dengan demikian, OpenDNS akan menolak pengguna yang ingin mengakses situs pornografi berdasarkan nama domain tertentu. Pada prinsipinya, dia menggunakan daftar hitam yang sangat besar, dan diremajakan dengan baik (paling tidak kalau dibandingkan dengan usaha perorangan).</p>
<p>Jadi, jika kita mengarahkan setiap pertanyaan nama domain ke &#8220;Pak RT&#8221; OpenDNS, dan bukan ke &#8220;Pak RT&#8221; yang biasa-biasa saja, maka kita dapat memanfaatkan filter pornografi tersebut. Pada prinsipnya Anda dapat mengatur hal ini di ruter, ataupun masing-masing komputer.</p>
<h2>Teknis Implementasi</h2>
<ol>
<li>Yang pertama mesti Anda lakukan adalah mendaftar dahulu untuk mendapatkan akun OpenDNS. Silakan kunjungi situs http://www.opendns.com.</li>
<li>Setelah mendaftar, masuklah ke dashboard/panel pengaturan akun OpenDNS anda. Anda mesti memasukkan Network address Anda. Ini adalah IP address global Anda. Silakan lihat status ruter untuk memastikan hal ini. Jika IP ini dinamis, Anda juga dapat mendownload software yang disediakan oleh OpenDNS untuk meremajakannya secara otomatis.</li>
<li>Pergilah ke tab &#8220;Settings&#8221;, dan pilihlah Network yang hendak anda atur (biasanya akan sama dengan network yang anda isikan pada langkah 2). Kemudian dalam Web Content Filtering, pilihlah &#8220;Low&#8221;, &#8220;Moderate&#8221; atau &#8220;High&#8221; sesuai keperluan. Secara default, OpenDNS tidak menerapkan penyaringan konten (pilihan &#8220;None&#8221;).</li>
<li>Ubahlah setting DNS ruter atau komputer Anda untuk merujuk ke alamat OpenDNS ini:  208.67.222.222  (primer) dan 208.67.220.220 (sekunder). Anda mungkin perlu untuk memutus koneksi terlebih dahulu (dan konek ulang) untuk mengaktifkan setting ini.</li>
<li>Untuk ujicoba, silakan coba akses situs http://www.exampleadultsite.com/. Jika anda mengkonfigurasi dengan benar penyaringan konten ini, maka situs tersebut akan diblok oleh OpenDNS.</li>
</ol>
<h2>Keterbatasan</h2>
<p>Masing-masing komputer klien dapat saja mem-bypass DNS setting dan menggunakan DNS lain. Tetapi ini memerlukan pengetahuan tambahan sehingga efek pencegahan tetap ada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nyeker.com/2010/07/pornfilter-opendns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paket Online Course Shiningpillars Freelance Academy</title>
		<link>http://www.nyeker.com/2010/05/paket-online-course-shiningpillars-freelance-academy/</link>
		<comments>http://www.nyeker.com/2010/05/paket-online-course-shiningpillars-freelance-academy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 10:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Dewandaru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nyeker.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda tertarik menekuni global freelancing, namun tidak tahu harus memulai dari mana, kami siap membantu Anda. Motivasi kami adalah untuk memajukan freelancing demi kebaikan semua, maka kami memberanikan diri untuk memulai memberi online course untuk freelancing. Untuk lebih jelasnya mohon download pamflet berikut ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda tertarik menekuni global freelancing, namun tidak tahu harus memulai dari mana, kami siap membantu Anda. Motivasi kami adalah untuk memajukan freelancing demi kebaikan semua, maka kami memberanikan diri untuk memulai memberi online course untuk freelancing. Untuk lebih jelasnya mohon download <a href="http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-content/flyer.pdf" target="_blank">pamflet berikut ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nyeker.com/2010/05/paket-online-course-shiningpillars-freelance-academy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Freelance</title>
		<link>http://www.nyeker.com/2010/04/freelance/</link>
		<comments>http://www.nyeker.com/2010/04/freelance/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 02:59:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nyeker.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Freelance atau pekerja lepas , adalah seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan dalam jangka waktu tertentu. Etimologi Istilah &#8220;tenaga lepas&#8221; atau &#8220;pekerja lepas&#8221; adalah kata nomina untuk seseorang yang melakukan suatu pekerjaan. Pekerjaan yang mereka jalani sendiri disebut &#8220;pekerjaan lepas&#8220;. Dalam bentuk bahasa Inggrisnya, &#8220;freelance&#8220;, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Sir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Freelance </strong>atau <strong>pekerja lepas</strong> , adalah seseorang  yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan dalam jangka waktu  tertentu.</p>
<ul>
<li><span id="Etimologi"><strong>Etimologi</strong><br />
</span></li>
</ul>
<p>Istilah &#8220;<strong>tenaga lepas</strong>&#8221; atau &#8220;<strong>pekerja lepas</strong>&#8221; adalah kata  <a title="Nomina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nomina">nomina</a> untuk seseorang yang melakukan suatu pekerjaan. Pekerjaan yang mereka  jalani sendiri disebut &#8220;<strong>pekerjaan lepas</strong>&#8220;. Dalam bentuk bahasa  Inggrisnya, &#8220;<em>freelance</em>&#8220;, istilah ini pertama kali diperkenalkan  oleh <a title="Sir Walter Scott (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sir_Walter_Scott&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sir  Walter Scott</a> (1771-1832) dari <a title="Britania Raya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Britania_Raya">Britania  Raya</a> dalam <a title="Novel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Novel">novelnya</a> &#8220;<em><a title="Ivanhoe (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ivanhoe&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ivanhoe</a></em>&#8221;  untuk menggambarkan seorang &#8220;<a title="Tentara bayaran abad pertengahan (halaman belum  tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tentara_bayaran_abad_pertengahan&amp;action=edit&amp;redlink=1">tentara bayaran abad pertengahan</a>&#8221; atau <a title="Metafora" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metafora">metafora</a> untuk sebuah &#8220;<a title="Tombak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tombak">tombak</a> yang <a title="Bebas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bebas">bebas</a>&#8221; (&#8220;<em>free-lance</em>&#8220;)  (menunjukkan bahwa tombak tidak disumpah untuk melayani majikan apapun,  bukan bahwa tombak tersedia gratis).</p>
<ul>
<li><strong>Jenis Pekerjaan</strong></li>
</ul>
<p>Bidang yang umum di mana seseorang dapat menjadi tenaga lepas  meliputi: <a title="Jurnalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jurnalisme">jurnalisme</a>, <a title="Penerbitan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penerbitan">penerbitan</a> <a title="Buku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buku">buku</a>,  penerbitan <a title="Jurnal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jurnal">jurnal</a>,  dan bentuk-bentuk <a title="Menulis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Menulis">menulis</a>, <a title="Redaktur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Redaktur">redaktur</a>,  <a title="Redaktur-cetak (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Redaktur-cetak&amp;action=edit&amp;redlink=1">redaktur-cetak</a>,  <a title="Pengoreksi-cetak (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengoreksi-cetak&amp;action=edit&amp;redlink=1">pengoreksi-cetak</a>,  pengindeksan, <a title="Penyalin tulisan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyalin_tulisan&amp;action=edit&amp;redlink=1">penyalin  tulisan</a>, <a title="Pemrograman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman">programer</a> <a title="Komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer">komputer</a> dan <a title="Desain  grafis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Desain_grafis">desain grafis</a>, <a title="Konsultan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konsultan">konsultan</a> dan [Terjemahan|penerjemah]]</p>
<p>Praktek tenaga lepas sangat bervariasi. Beberapa memerlukan <a title="Klien (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klien&amp;action=edit&amp;redlink=1">klien</a> mereka  untuk menandatangani <a title="Kontrak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kontrak">kontrak</a> tertulis, sementara yang lain dapat  melakukan pekerjaan berdasarkan perjanjian lisan, yang mungkin  dilaksanakan melalui sifat pekerjaan tersebut. Beberapa pekerja lepas  dapat memberikan perkiraan tertulis dari hasil kerja mereka dan meminta  pembayaran di muka dari klien mereka.</p>
<p>Pembayaran untuk pekerjaan lepas juga bervariasi. Pekerja lepas  mungkin mengenakan biaya pada klien mereka dalam hitungan per <a title="Hari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hari">hari</a>, per <a title="Jam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jam">jam</a>, per <a title="Halaman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman">halaman</a>,  atau pada basis per-<a title="Proyek (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proyek&amp;action=edit&amp;redlink=1">proyek</a>.  Daripada <a title="Tarif tetap (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tarif_tetap&amp;action=edit&amp;redlink=1">tarif tetap</a> atau <a title="Biaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biaya">biaya</a>,  beberapa pekerja lepas telah mengadopsi metode &#8220;<a title="Harga berbasis nilai (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harga_berbasis_nilai&amp;action=edit&amp;redlink=1">harga  berbasis nilai</a>&#8221; berdasarkan persepsi nilai dari yang mereka  hasilkan untuk klien. Dengan perubahan sendiri, pengaturan pembayaran  dapat dimuka, persentase dimuka, atau setelah penyelesaian pekerjaan /  kontrak. Untuk proyek yang lebih kompleks, kontrak dapat menetapkan  jadwal pembayaran berdasarkan tonggak atau hasil proyek.</p>
<p>Dalam profesi paling melibatkan penciptaan <a title="Kekayaan  intelektual" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekayaan_intelektual">kekayaan intelektual</a>, &#8220;tenaga lepas&#8221; dan istilah  turunannya sering disediakan untuk pekerja yang membuat karya atas  inisiatif mereka sendiri, kemudian mencari seseorang untuk  menerbitkannya. Mereka biasanya menjaga hak cipta atas karya mereka dan  menjual hak untuk penerbit dalam kontrak waktu-terbatas. Sebaliknya,  pekerja yang dipekerjakan untuk membuat tulisan / karya sesuai dengan  spesifikasi khusus dari penerbit atau pelanggan lain disebut sebagai &#8220;<strong><a title="Kontraktor independen (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kontraktor_independen&amp;action=edit&amp;redlink=1">kontraktor  independen</a></strong>&#8221; dan istilah lain yang serupa. Mereka tidak memiliki  hak cipta terhadap karya-karya tersebut, yang ditulis sebagai karya  yang dibuat karena sewa. Contoh legalitas hal ini adalah di <a title="Amerika  Serikat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat">Amerika Serikat</a>, dimana hak cipta karya yang dibuat oleh  pekerja lepas sewaan diatur dalam salah satu kategori kekayaan  intelektual yang didefinisikan dalam <a title="Undang-undang hak cipta (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Undang-undang_hak_cipta&amp;action=edit&amp;redlink=1">undang-undang  hak cipta</a> AS &#8211; Bab 101, <em>Copyright Act</em> 1976 (17 USC § 101).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nyeker.com/2010/04/freelance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Frequently Asked Question (Yang Sering Ditanyakan)</title>
		<link>http://www.nyeker.com/2010/03/frequently-asked-question-yang-sering-ditanyakan/</link>
		<comments>http://www.nyeker.com/2010/03/frequently-asked-question-yang-sering-ditanyakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 09:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Dewandaru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Freelancing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nyeker.com/2010/03/frequently-asked-question-yang-sering-ditanyakan/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini beberapa hal yang sering ditanyakan tentang freelancing, beserta jawaban kami. 1. Apa prasyarat yang harus Anda miliki untuk Freelancing? Prasyarat mutlak utama adalah skill dasar yang dibutuhkan klien dan juga skill komunikasi. Skill dasar misalnya, pemrograman, menulis artikel, terjemah, dan lain lain. Skill komunikasi tergantung dari klien, misalnya Bahasa Inggris untuk klien global. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini beberapa hal yang sering ditanyakan tentang freelancing, beserta jawaban kami.<br />
1. Apa prasyarat yang harus Anda miliki untuk Freelancing?<br />
Prasyarat mutlak utama adalah skill dasar yang dibutuhkan klien dan juga skill komunikasi. Skill dasar misalnya, pemrograman, menulis artikel, terjemah, dan lain lain. Skill komunikasi tergantung dari klien, misalnya Bahasa Inggris untuk klien global. Termasuk dalam skill komunikasi adalah, bagaimana bisa mempresentasikan ide atau kemampuan Anda.<br />
2. Berapa Take Home Pay rata-rata dari freelancing?<br />
Saya tidak dapat menjawabnya, karena belum membaca survey yang andal tentang ini. Tapi dalam pengalaman saya, pada awalnya mulai dari $100 / bulan sampai tahap sudah lancar dan memiliki returning clients sekitar $1500 / bulan (mandiri). Jika Anda mampu mengorganisir tim, Anda dapat mendapatkan lebih dari itu. Pengamatan saya, ini sangat bergantung pada keseriusan dan totalitas Anda dalam menceburi dunia freelancing ini.<br />
3. Bagaimana memulainya?<br />
Pertama, Anda mesti memiliki skill dasar yang kuat, dan menguasai tools yang dibutuhkan. Jika Anda minat dalam programming, pastikan Anda punya skill mantap dalam bahasa pemrograman yang Anda kuasai. Jika Anda minat dalam desain grafis, misalnya, Anda mesti mahir dalam photoshop atau illustrator.<br />
Kedua, Anda harus mendapatkan opportunity kerja. Ini bisa didapatkan dari situs-situs freelancing seperti www.odesk.com, www.elance.com, dan lain sebagainya.<br />
4. Saya sukar sekali mendapatkan klien. Ada saran?<br />
Saran saya adalah terus mencoba. Asah dan pertajam proposal Anda, dan jangan ragu untuk do extra work untuk awal-awal karir Anda. Jika klien membutuhkan A, maka proposal Anda mesti meyakinkan klien bahwa Anda dapat memberi A. Banyak yang membuat proposal terlalu umum/general sehingga tidak cukup meyakinkan.<br />
5. Saya tidak memilki skill yang menjadi prasyarat di atas, namun saya punya kemauan keras untuk merubah diri ke arah itu.<br />
Maka Kami sarankan Anda mengambil satu paket kursus yang kami tawarkan. Anda akan mendapatkan bimbingan langsung dari praktisi yang berkecimpung langsung di bidangnya. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nyeker.com/2010/03/frequently-asked-question-yang-sering-ditanyakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyekeris Learning Community</title>
		<link>http://www.nyeker.com/2010/03/nyekeris-learning-community-2/</link>
		<comments>http://www.nyeker.com/2010/03/nyekeris-learning-community-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 06:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nyeker.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Nyekeris Learning Community adalah sebuah komunitas belajar bersama secara online yang difasilitasi oleh nyeker.com. Nyekeris Learning  Community telah pernah mengadakan pelatihan tahap pertama (Pelatihan I), dimana materi yang dipelajari bersama adalah Flash dan ActionScript3. Pelatihan I diikuti oleh 7 orang yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Materi yang dipelajari pada pelatihan I diantaranya adalah dasar-dasar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nyekeris Learning Community adalah sebuah komunitas belajar bersama secara online yang difasilitasi oleh nyeker.com. Nyekeris Learning  Community telah pernah mengadakan pelatihan tahap pertama (Pelatihan I), dimana materi yang dipelajari bersama adalah Flash dan ActionScript3. Pelatihan I diikuti oleh 7 orang yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.</p>
<p>Materi yang dipelajari pada pelatihan I diantaranya adalah dasar-dasar OOP (Oriented Object Program), Pengenalan Action Script3,  Tweening dst. Materi yang diberikan tidak hanya teori semata namun juga terdapat  praktek-praktek yang mendukung pemahaman tentang materi yang diberikan.</p>
<p>Media yang digunakan dalam Nyekeris Learning Community sebagai penghubung semua nyekeris (sebutan untuk oarang-orang yang belajar bersama dengan nyeker.com) adalah Skype. Skype adalah sebuah aplikasi messenger yang dirasa sudah cukup memenuhi aspek-aspek fungsional sebagai media penghubung dalam pelaksanaan pelatihan secara online.</p>
<p>Dan melalui Pelatihan I, diharapkan para nyekeris yang telah ambil bagian dalam pelatihan dapat bertambah ilmunya khususnya tentang Flash dan ActionScript3.</p>
<p>Sekarang Nyekeris Learning Community membuka Pelatihan II, bagi para nyekeris yang berminat mengikuti pelatihan II ini silahkan baca dulu kurikulum-kurikulum dan peraturannya pada artikel di nyekeris.com ini.</p>
<p>Kalau sudah mantap untuk maju dan belajar bersama dalam Pelatihan/ Kursus Online tahap II. Silahkan Hubungi Contact Person berikut:</p>
<p>Ayub Imanullah</p>
<p>(IT Staff Shiningpillars Interactive)</p>
<p>Email : <a href="mailto:emmanulah@gmail.com">emmanulah@gmail.com</a></p>
<p>Terima Kasih.</p>
<p>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nyeker.com/2010/03/nyekeris-learning-community-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurikulum Pelatihan/ Kursus Online AS3</title>
		<link>http://www.nyeker.com/2010/03/kurikulum-pelatihan-online-as3/</link>
		<comments>http://www.nyeker.com/2010/03/kurikulum-pelatihan-online-as3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 07:16:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Dewandaru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[as3]]></category>
		<category><![CDATA[Freelancing]]></category>
		<category><![CDATA[kursus]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nyeker.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[1. Dasar-dasar OOP dan AS3: OOP atau Oriented Object Programming (Pemrograman Berbasis Objek), merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Peserta akan dikenalkan dengan prinsip dasar OOP dengan AS3/ActionScript 3.0, mis Abstraksi, Enkapsulasi, Polimorfisme, dan Inheritance. AS3 atau Action Script 3, merupakan bahasa pemrograman versi ketiga Action Script, yang dibuat berdasarkan ECMAScript, yang digunakan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Dasar-dasar OOP dan AS3:</p>
<p><strong>OOP</strong> atau <strong>Oriented Object Programming</strong> (Pemrograman Berbasis Objek), merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Peserta akan dikenalkan dengan prinsip dasar OOP dengan AS3/ActionScript 3.0, mis Abstraksi, Enkapsulasi, Polimorfisme, dan Inheritance.</p>
<p><strong>AS3</strong> atau <strong>Action Script 3</strong>, merupakan bahasa pemrograman versi ketiga Action Script, yang dibuat berdasarkan ECMAScript, yang digunakan dalam pengembangan situs web dan perangkat lunak menggunakan platform Adobe Flash Player. Tidak seperti ActionScript pendahulunya, ActionScript 3.0 merupakan bahasa yang sepenuhnya mendukung OOP. Dengan ActionScript 3.0, pengembang dapat mencapai produktivitas, reusabilitas kode, dan performansi yang lebih baik.</p>
<p>2. Teknik Animasi dengan Tweening Engine</p>
<p>Memperkenalkan Tween Engine untuk membuat animasi programatik dengan cepat dan menghasilkan tampilan yang menawan. Mengajarkan teknik-teknik umum dalam mempergunakan tween engine.</p>
<p>3. Event Handling di AS3</p>
<p>AS3 memiliki arsitektur Event Handling yang sangat fleksibel, lebih fleksibel dari AS2 dan JavaScript. Hal ini sangat memudahkan developer AS3 untuk membuat aplikasi yang kompleks sekalipun.</p>
<p>4. Dasar-dasar freelancing</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em><span style="text-decoration: underline;">Online Freelancing</span></em></strong> menjadi semakin populer saat ini di tengah-tengah tingkat pengangguran yang tinggi dan krisis global, beberapa bahkan mungkin karyawan tetap yang  terus bekerja pada pekerjaan yang sekarang namun dengan perasaan takut diberhentikan kapan saja. Itulah yang membuat melakukan pekerjaan freelance online sebagai salah satu pilihan terbaik untuk melindungi karir dan kelangsungan hidup di tengah-tengah resesi.  Setelah pekerjaan freelance online memperkuat landasan karir Anda dengan memiliki sumber pendapatan lain. Untuk lebih jelasnya pada kurikulum ini nanti akan diberi langkah-langkah dalam memulai karir online freelancing.</p>
<p>5. Skill di oDesk dan eLance</p>
<p>oDesk dan Elance adalah sebagian freelance market terbesar di dunia saat ini yang akan memberikan pekerjaan lebih dari 100 proyek setiap harinya, dari pekerjaan design grafis, penulis, fotografi, programmer, virtual asisten dan macam-macam secara online.</p>
<p>6. Managing assignment dan client</p>
<p>Disini akan dijelaskan bagaimana nantinya anda sebagai freelancer me-manage assignments atau tugas/ proyek yang didapat dan juga me-manage klien anda dengan baik dan seksama.</p>
<p>7. Studi kasus aplikasi: <strong>Board Games</strong></p>
<p>Berikut  adalah  aplikasi game yang dibuat dengan ActionScript3:</p>
<p>Klik pada gambar untuk melihat preview nya.</p>
<p><a href="http://shiningpillars.com/pentomino/Pentomino.swf"><img class="alignnone size-medium wp-image-148" title="games 01" src="http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-content/uploads/2010/03/games-01-300x221.jpg" alt="games 01" width="300" height="221" /></a></p>
<p>8. Studi kasus aplikasi: <strong>Facebook Games</strong></p>
<p>Berikut  adalah  aplikasi facebook  game yang dibuat dengan ActionScript3:</p>
<p><a rel="attachment wp-att-125" href="http://www.nyeker.com/2010/03/kurikulum-pelatihan-online-as3/games-02/"><img class="alignnone size-medium wp-image-125" title="games 02" src="http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-content/uploads/2010/03/games-02-300x171.jpg" alt="games 02" width="300" height="171" /></a></p>
<p>9. Studi kasus aplikasi: <strong>Gallery</strong></p>
<p>Berikut  adalah  sebuah gallery yang dibuat dengan ActionScript3:</p>
<p><a rel="attachment wp-att-126" href="http://www.nyeker.com/2010/03/kurikulum-pelatihan-online-as3/gallery-05/"><img class="alignnone size-medium wp-image-126" title="gallery 05" src="http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-content/uploads/2010/03/gallery-05-300x170.jpg" alt="gallery 05" width="300" height="170" /></a></p>
<p>10. Studi kasus aplikasi: <strong>Media Player</strong></p>
<p>Berikut  adalah  aplikasi Media Player (Music &amp; Video) yang dibuat dengan ActionScript3:</p>
<p><a rel="attachment wp-att-149" href="http://www.nyeker.com/2010/03/kurikulum-pelatihan-online-as3/player-02/"><img class="alignnone size-medium wp-image-149" title="player 02" src="http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-content/uploads/2010/03/player-02-300x238.jpg" alt="player 02" width="300" height="238" /></a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>11. Studi kasus aplikasi: <strong>Map</strong></p>
<p>Berikut  adalah  aplikasi Map atau Peta yang dibuat dengan ActionScript3:</p>
<p><strong><a rel="attachment wp-att-128" href="http://www.nyeker.com/2010/03/kurikulum-pelatihan-online-as3/map-01/"><img class="alignnone size-medium wp-image-128" title="map 01" src="http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-content/uploads/2010/03/map-01-300x179.jpg" alt="map 01" width="300" height="179" /></a></strong></p>
<p>12. Animasi dengan Shape dan Motion Tween</p>
<p>Disini akan dijelaskan bagaimana anda membuat animasi objek dengan menggunakan shape dan motion tween.</p>
<p>13. Animasi dengan IK</p>
<p>Disini akan dijelaskan bagaimana anda membuat animasi objek dengan menggunakan IK atau Inverse Kinematics, dimana objek akan dibuat bergerak lebih dinamis dan nyata.</p>
<p>klik pada gambar dibawah ini untuk melihat contohnya:</p>
<p><a href="http://shiningpillars.com/nyeker/wp-content/uploads/2010/03/BriteyTV.swf"><img class="alignnone size-medium wp-image-150" title="IK 01" src="http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-content/uploads/2010/03/IK-01-266x300.jpg" alt="IK 01" width="266" height="300" /></a></p>
<p>*(kurikulum diatas dapat berubah fleksibel sesuai permintaan)</p>
<p>Bagi yang berminat untuk bergabung silahkan <a href="http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-content/PERATURAN_PELATIHAN_AS3.pdf"> klik disini </a>untuk melihat peraturan-peraturannya. Pelatihan sesi pertama akan dimulai pada medio Mei 2010.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nyeker.com/2010/03/kurikulum-pelatihan-online-as3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyekeris Learning Community</title>
		<link>http://www.nyeker.com/2009/12/nyekeris-learning-community/</link>
		<comments>http://www.nyeker.com/2009/12/nyekeris-learning-community/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 05:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Dewandaru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[as3]]></category>
		<category><![CDATA[Freelancing]]></category>
		<category><![CDATA[training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nyeker.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah pada hari Sabtu yang lalu saya dan rekan-rekan telah berhasil memulai sesi pelatihan AS3 secara online.  Buat yang ingin ikut serta, mesti tunggu batch kedua, satu bulan lagi.  Peserta pelatihan terdiri atas beragam background: animator, web designer dan tentu saja para programmer.  Pelatihan ini diselenggarakan secara real time dan interaktif, dan ditujukan untuk mencari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah pada hari Sabtu yang lalu saya dan rekan-rekan telah berhasil memulai sesi pelatihan AS3 secara online.  Buat yang ingin ikut serta, mesti tunggu batch kedua, satu bulan lagi.  Peserta pelatihan terdiri atas beragam background: animator, web designer dan tentu saja para programmer.  Pelatihan ini diselenggarakan secara real time dan interaktif, dan ditujukan untuk mencari bakat yang nantinya akan dilibatkan dalam proyek &#8211; proyek riil dan menjadi &#8220;nyekeris&#8221; &#8211; yakni global freelancer dari kenyamanan rumah Anda. Jika ada yang berminat dalam pelatihan seperti ini silakan hubungi email saya: dewandaru &#8211; at &#8211; gmail.com. Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nyeker.com/2009/12/nyekeris-learning-community/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran Masyarakat dalam Drama Keadilan Indonesia</title>
		<link>http://www.nyeker.com/2009/12/peran-masyarakat-dalam-drama-keadilan-indonesia/</link>
		<comments>http://www.nyeker.com/2009/12/peran-masyarakat-dalam-drama-keadilan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 23:52:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agung Dewandaru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wacana]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Prita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nyeker.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Bertubi-tubi dalam bulan-bulan ini, bangsa Indonesia menyaksikan drama keadilan yang menyita waktu dan energi dalam kehidupan mereka. Masyarakat luas menyaksikan kisah drama Bibit-Chandra menghadapi mafia peradilan. Kita mengikuti perjuangan seorang Prita membersihkan namanya serta memperjuangkan hak-hak pasien dan konsumen. Kita berempati dalam keluguan seorang Nenek Minah menjalani proses formal hukum atas tudingan pencurian tiga butir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertubi-tubi dalam bulan-bulan ini, bangsa Indonesia menyaksikan drama keadilan yang menyita waktu dan energi dalam kehidupan mereka. Masyarakat luas menyaksikan kisah drama Bibit-Chandra menghadapi mafia peradilan. Kita mengikuti perjuangan seorang Prita membersihkan namanya serta memperjuangkan hak-hak pasien dan konsumen. Kita berempati dalam keluguan seorang Nenek Minah menjalani proses formal hukum atas tudingan pencurian tiga butir kakao. Tidak lupa kasus-kasus serupa yang mengusik: divonisnya seorang penulis surat pembaca, ditangkapnya seorang karena mengisi ulang baterai handphone di apartemennya, dan masih ada lagi sederet kisah drama realita yang dapat ditulis.</p>
<p>Berlapis elemen masyarakat menyaksikan dan merespon drama-drama keadilan tersebut di berbagai situasi. Di saat pertemuan keluarga di depan TV, ketika ngobrol-ngobrol di warung kopi, di kesempatan arisan, maupun hiruk pikuk lalu lintas pesan di internet melalui blog, facebook dan twitter. Tak lupa juga segenap unjuk rasa yang secara spontan terjadi di Jakarta dan berbagai pelosok negeri ini.<br />
Di dalam drama-drama tersebut masyarakat ternyata mengidentifikasi dan berempati terhadap aktor-aktor protagonis &#8220;putih&#8221; yang tersakiti, yang mereka dukung dengan sangat kuat. Bersamaan dengan itu, hujatan terhadap tokoh antagonis &#8220;hitam&#8221; pun bermunculan, yang secara seragam banyak terpersepsikan dengan: 1) korporasi-korporasi atau pengusaha angkuh dan (ironisnya) 2) oknum-oknum dari institusi yang seharusnya menjadi penegak keadilan itu sendiri.</p>
<p>Setelah menalar dan memahami peta kubu ini, masyarakat kemudian bertindak. Tidak seperti drama fiksi di mana Anda tidak bisa berbuat apapun terhadap akhir cerita, masyarakat sadar bahwa masa depan tokoh protagonis mereka, atau bahkan masa depan mereka dan negeri yang mereka cintai, atas izin Tuhan, sedikit banyak ditentukan oleh mereka sendiri.</p>
<p>Maka masyarakat bergejolak dan menekan dengan tekanan yang sangat kuat ke segala arah. Waktu, energi dan segenap emosi tercurahkan berbanding lurus dengan terusiknya dan tercabiknya rasa keadilan dalam dada. Hal ini seolah membentuk sebuah aura masif yang positif, tidak menginginkan kecuali tegaknya keadilan di negeri ini. Ini adalah suatu bentuk people power yang tersalurkan dalam kanal-kanal yang tak selalu legal-formal, namun efektif. Contoh dari kuatnya dukungan informal ini adalah tercapainya target 1 juta facebookers pendukung pembebasan Bibit Chandra pada tanggal 7 November, hanya selang 10 hari setelah aksi tersebut diinisiasi. Dalam kasus ini, Tim 8 pun terbentuk atas desakan publik yang semakin cerdas (dan tidak dibayar) dan memiliki kekuatan membentuk opini, dan pada akhirnya memberi pengaruh lanjutan yang seolah mengalahkan telak delik-delik legal formal (namun tidak memenuhi rasa keadilan) yang selalu dijadikan tameng oleh para tokoh antagonis.</p>
<p>Solidaritas massal ini juga akan diuji sekali lagi dengan pengumpulan koin uang receh untuk pembayaran denda vonis 204 juta yang harus dibayar oleh Prita Mulyasari. Seorang ibu yang bahkan sempat ditahan hanya karena menulis email ke lingkaran rekan-rekan dekatnya. Bahwa Prita meluapkan emosinya dalam email tersebut memang nampak, namun di manakah nurani keadilan yang seharusnya juga melihat bahwa Prita menulis email tersebut hanya setelah menerima kesalahan diagnosis, setelah mengalami penurunan kondisi kesehatannya karena kesalahan tersebut, dan dalam hubungannya sebagai konsumen dari sebuah servis jasa? Di manakah nurani penegak keadilan yang seharusnya paham sebab akibat, bahwa hancurnya nama baik sebuah institusi bukanlah dengan sekedar email seseorang, melainkan justru karena tindakan kehumasan (yang dinilai arogan) dalam menghadapi keluhan wajar seorang klien? Kalaupun aksi Prita dapat dikatakan merusak nama baik, maka kesalahan Prita dalam hal ini barangkali<br />
hanyalah seperti kerikil dibandingkan dengan sebongkah batu besar kesalahan langkah &#8211; langkah &#8220;damage control&#8221; institusi itu sendiri.</p>
<p>Fenomena &#8211; fenomena ini sungguh seharusnya menjadi sebuah jeweran publik atas sistem keadilan dan para punggawanya di negara hukum ini. Di sisi lain, fenomena ini sungguh melegakan sekaligus menegaskan bahwa bangsa ini jelas masih memiliki modal kuat untuk maju. Karena, di tengah mahalnya sebuah keadilan formal di negeri ini, masyarakat cerdas yang masih bernurani justru akan memberikan kepada Anda secara gratis!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nyeker.com/2009/12/peran-masyarakat-dalam-drama-keadilan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Free pitching is worthed..</title>
		<link>http://www.nyeker.com/2009/10/free-pitching-is-worthed/</link>
		<comments>http://www.nyeker.com/2009/10/free-pitching-is-worthed/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 09:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Freelancing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nyeker.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia desain grafis biasanya free pitching adalah proses yang dianggap menyebalkan, dimana desainer diminta-atau secara sukarela-membuat speculative design work  tanpa dibayar dengan harapan untuk memenangkan tender. Ya, saya melakukan itu. And i was selected over 30 candidates from many countries. Lucky? mungkin juga, yang pasti klien saya bilang dia senang dengan kesungguhan saya untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam dunia desain grafis biasanya free pitching adalah proses yang dianggap menyebalkan, dimana desainer diminta-atau secara sukarela-membuat speculative design work  tanpa dibayar dengan harapan untuk memenangkan tender.</p>
<p>Ya, saya melakukan itu.</p>
<p>And i was selected over 30 candidates from many countries. <img src='http://www.shiningpillars.com/nyeker/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lucky? mungkin juga, yang pasti klien saya bilang dia senang dengan kesungguhan saya untuk mendapatkan proyek ini dan tentunya karya free pitching saya dia sukai.</p>
<p>Calon klien memang akan sangat terbantu jika tidak perlu bersusah payah menginterview satu persatu provider yang melakukan bidding proyek yang dia posting, jika dia melihat orang yang serius dan kompeten untuk menyelesaikan job yang dia posting. Dan hal itu bisa dia lihat pada free pithing yang anda inisiasi!</p>
<p>Sebelum anda menginisiasi free pitching, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan :</p>
<p>1. Calon klien. Perhatikan track record klien.Anda bisa membandingkan antara jobs posting dengan jobs paid dan feedback dari provider yang pernah mereka sewa. Track record ini penting agar kita tidak membuang-buang waktu untuk calon klien yang tidak serius. Keseriusan klien juga ditunjukkan dengan status payment method yang mereka miliki. Jika sudah &#8220;verified&#8221; tentu klien tersebut lebih serius dengan job posting mereka.</p>
<p>2. Job posting. Cari job posting yang memberikan detail job description, hal ini untuk memudahkan anda membuat mock up yang sesuai dengan keinginan klien dalam rangka free pitching. Semakin detail job description, semakin mudah bagi anda untuk melakukan free pitching dan sebaliknya.</p>
<p>3. Jika hasil yang diinginkan dalam bentuk image, pastikan hanya memberikan karya yang low resolution, kalau perlu berikan watermark nama atau inisial anda untuk mencegah pemakaian karya tanpa ijin anda.</p>
<p>4. Jika anda sudah memiliki porto folio yang mirip dengan deskripsi job, jangan ragu untuk mencantumkan karya tersebut baik dalam bentuk link ataupun thumbnail beserta penjelasannya.</p>
<p>5. Jika mock up anda yang perlu live demo di internet,  maka jangan segan untuk inves di web hosting yang mendukung hal ini. Sebagai contoh, Anda hendak memamerkan multiplayer game buatan Anda, maka pastikan demo ini dapat diakses dari internet secara langsung dengan dukungan hosting yang sesuai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nyeker.com/2009/10/free-pitching-is-worthed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
