Hati-hati dengan verifikasi Paypal

Hari itu, dengan senang hati saya mentransfer gajian dari oDesk via Paypal. Selama ini, paypal menjadi andalan untuk metode pencairan pendapatan online kami, karena penarikan tunai lewat payoneer cukup mahal. Seperti biasa, terdapat pesan di inbox bahwa uang “dalam perjalanan” ke bank.

Alangkah kagetnya saya, ketika melihat sebuah notifikasi bahwa account paypal saya menjadi limited karena paypal mencurigai ada seseorang yang mengakses account saya. Segera saya mencoba mengakses ke account saya. Berhasil. Setelah logged in ke account paypal, di situ diterangkan bahwa account limited, dan payment reversed. Artinya, saya tidak dapat mencairkan/mentransfer uang ke bank, dan proses transfer yang tadinya pending dibatalkan. Paypal menyarankan saya untuk me-resolve masalah ini dengan beberapa opsi:

  1. Verifikasi ulang kartu kredit.
  2. Verifikasi dokumen-dokumen, termasuk credit card statement dari bank.

Ah, pikir saya, ini mungkin kesalahan saya, ketika kartu debit card MasterCard baru payoneer datang, saya engga melakukan update informasi, sehingga ketika paypal memvalidasi nomor kartu kredit, tentu akan gagal dan kemungkinan itu yang membuat paypal “curiga” dan membatasi account saya.  Tentu saya melakukan langkah 1, yakni verifikasi ulang kartu kredit/debit, namun sistem paypal tidak mengizinkan saya menginput nomor kartu debit/kredit yang baru. Sementara itu, kartu yang lama sudah expired.

Gagal langkah 1, saya coba langkah 2. Saya sudah pesimis, karena, yah, saya tidak memiliki kartu kredit dari bank lokal, sehingga account statement saya hanyalah dari payoneer berbentuk PDF. Ternyata benar, langkah 2 ditolak, bahkan paypal menghadiahi saya dengan penutupan account sekaligus!  Dana yang tersisa di paypal akan dibekukan selama 180 hari, dan setelah itu (katanya) dana akan bisa dicairkan lewat bank.

Hff, nyesel juga engga update data kartu buru-buru. Waspada juga buat temen2 yang pakai Payoneer/VCC untuk verifikasi, barangkali ada apa apa di kemudian hari rada sulit untuk provide printed bank statement. Tapi ada kabar baik dari oDesk, ternyata oDesk memiliki payment method terbaru, yakni transfer langsung ke bank. Dengan demikian fee pihak ketiga bisa diskip dan (katanya) oDesk punya rate yang kompetitif. Jadi gak sabar nungguin nih :)

Share

Beberapa Metode Mencairkan Pendapatan Freelancing Anda

Secara umum langkah langkahnya adalah:
1. Anda memperoleh uang di dalam account freelancing site Anda.
2. Anda mentransfer pendapatan tersebut ke salah satu metode pembayaran di bawah (biasanya instan)
3. Anda mentransfer uang tersebut ke dalam rekening bank atau kartu pembayaran Anda (perlu waktu)

Berikut adalah paparan lebih lanjut untuk poin nomor 2:

PayPal

Transaksi online dan dunia e-commerce tak lengkap tanpa PayPal. Anda pun dapat mencairkan pendapatan Anda dengan PayPal, dan ini merupakan pilihan terbaik jika Anda tak hendak buru – buru amat. Lho kok? Maksudnya begini, secara umum, PayPal memerlukan waktu beberapa hari untuk pencairannya, namun rupiah yang anda dapatkan akan lebih banyak, dan ini langsung masuk ke rekening Bank di Indonesia. Pengalaman rutin saya, kalau Anda mentransfer uang dari PayPal ke Bank pada hari Rabu pagi, hari Jumat siang uang sudah nangkring di rekening Anda. Biayanya pun relatif murah, gratis jika uang yang ditransfer tak kurang dari 1,5 juta rupiah, dan Rp.16.000 jika kurang dari Rp. 1,5 juta  (ini biaya transfer untuk nomor langkah 2 di atas). Tentu saja exchange rate pun berlaku juga di sini.

Kelebihan PayPal yang lain adalah widely adopted dalam e-commerce. banyak sekali situs yang mendukung pembayaran dengan PayPal. PayPal lebih unggul daripada MoneyBooker, walaupun masih kalah dibanding dengan pilihan kartu debit Mastercard (yang kurang lebih setara dengan kartu kredit dalam e-commerce). Hanya dalam sekuriti tentu PayPal lebih aman dibandingkan dengan opsi kartu kredit/kartu debit (yang hanya mengandalkan nomor kartu, shipping address dan security code). Sekali Anda memberikan informasi tersebut, merchant (atau malicious user) dapat melakukan tagihan tanpa konfirmasi kepada Anda. Tidak demikian halnya dengan PayPal yang memerlukan konfirmasi Anda setiap ada tagihan.

Masalah klasik dalam PayPal: membuat account mudah, tapi ini belum cukup untuk mentransfer uang jerih payah anda ke rekening bank di Indonesia. Anda musti mengupgrade account (verifikasi) terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Ikuti langkah – langkah “Get Verified” dalam website PayPal dan pastikan Anda memiliki salah satu dari item berikut:
1. Kartu kredit.
2. Kartu debit MasterCard / Visa yang beneran
(misalnya debit MasterCard yang bisa Anda dapat dari Payoneer seperti yang diterangkan di bawah).
Kartu debit dari bank di Indonesia tidak dapat digunakan untuk saat ini.
3. Virtual Credit Card yang dapat diperoleh di agen-agen lokal.
Intinya tinggal masukkan data-data (nomor, kode sekuriti dsb) di situ. Dalam beberapa kasus Anda perlu meload terlebih dahulu kartu Anda, karena akan dicharge (sementara waktu) 1.95 USD untuk verifikasi ini.

Debit MasterCard dari Payoneer

Ini adalah pilihan terbaik jika waktu adalah satu-satunya faktor ( alias kondisi mepet banget :) ). Mengapa? Hanya dalam 2 jam uang Anda bisa cair di sembarang ATM berlogo MasterCard di kota Anda. Biayanya untuk proses kilat ini, anda akan dikenakan tambahan 3 USD.  Tidak seperti Paypal dan Moneybookers, debit MasterCard ini menagih biaya bulanan sebesar 1 USD, hanya jika terdapat cukup uang di dalam kartu tersebut. Jika tidak, Anda tidak akan dicharge lebih jauh. Untuk mendapatkan kartu ini Anda harus memesan melalui situs freelancing seperti www.odesk.com atau www.elance.com melalui account Anda yang di situs tersebut. (Jangan khawatir, gratis biaya kirim lewat pos regular).
CAVEATS:
A. Jika memungkinkan, lebih baik belanja langsung dengan kartu MasterCard dibandingkan menarik uang dari ATM. Biaya penarikan ATM secara umum cukup besar, dan bervariasi tergantung bank. Kalau lewat BCA, ketika kurs 1 US Dollar Rp. 10.000-an, kira-kira Anda akan kehilangan 70.000 untuk penarikan satu juta rupiah saja (which is around 7%, well that’s huge). Anda dapat mencari ATM yang langsung dimiliki oleh MasterCard (bukan dimiliki oleh bank tertentu) untuk mencoba membypass biaya bank (hanya saya belum pernah validasi hal ini). Listnya dapat diperoleh dari

http://www.mastercard.com/us/personal/en/cardholderservices/atmlocations/index.html

B. Kartu ini lumayan “sakti” untuk transaksi online, seperti halnya kartu kredit. Saya pernah menggunakannya untuk untuk memesan AirAsia online dsb.

Moneybookers

Saya hanya menggunakan MoneyBookers sewaktu di negeri Jiran. Secara umum servisnya memuaskan, hanya saja ketika Anda mentransfer pendapatan ke MoneyBookers, otomatis akan dikonversi menjadi local currency. Secara keamanan transaksi online saya rasa Moneybookers setara dengan paypal, hanya saja kurang diadopsi secara luas. Moneybookers dapat menjadi pilihan alternatif jika terjadi kemacetan dalam jalur-jalur lain.

Share

Pengalaman di Situs-situs Kerja Freelance (part 1, oDesk)

Online freelancing (yep, itu salah satu bagian dari “eksekutif nyeker” kami) perlu banget yang namanya job sites. Yang saya maksud bukanlah situs semacam jobsdb untuk lowongan kerja secara fisik, melainkan lowongan kerja secara virtual. Yup, kerja sambil nyeker deket ma kasur dan bantal :) . Untuk saat ini, saya udah pernah masuk dan dapat job di empat job sites: oDesk, ScriptLance, Guru, dan eLance (saya susun berdasar kronologi saya sendiri). Sisanya adalah interaksi langsung dengan klien, dibayar langsung dengan mekanisme lain mis. PayPal, Western Union atau Moneygram. Anda ingin tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing situs job tersebut? Saya berikan sekilas pengalaman saya ya.. satu-satu mulai dari oDesk. Read the rest of this entry »

Share